Rabu, 08 April 2015

Artikel Teknik Pengambilan Keputusan

A.    Leader
Leader merupakan orang yang memiliki kekuasaan dan wewenang dalam suatu organisasi maupun pemerintahan. Seorang leader tentunya dipilih dengan berbagai macam alasan dan kecakapan, supaya mampu membawa sebuah perubahan. Dari berbagai sumber yang saya dapatkan setiap leader tentunya mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda dan berikut ini adalah contoh gaya kepemimpinan yang saya ketahui dari berbagai sumber: gaya kepemimpinan Visioner, situasi, otoriter, demokrasi, dan liberal. Dan tentunya setiap gaya kepemimpinan tersebut bertujuan untuk mencapai kepemimpinan yang efesien dan efektif. Karena Leader merupakan Agent of change yang paling utama baik dalam organisasi maupun pemerintahannya.
Berikut ini penjelasan dari tiga gaya kepemimpinan yang kita kenal:
1.      Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2.      Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3.      Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

B.     Keputusan dengan baik atau efektif
Keputusan merupakan tugas utama seorang leader, dan ini sudah menjadi sebuah tugas yang dijalankan selama kepemimpinannya. Untuk membuat sebuah keputusan dengan baik atau efektif tentunya bukan hal yang mudah bagi seorang leader, maka sebelum keputusan itu disahkan yang nantinya akan menjadi sebuah UU untuk mengatur dan mengontrol maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi seorang leader.
Pertama: Isu, isu yang menjadi masalah dalam masyarakat yang pastinya akan menentukan masa depan rakyat untuk lebih baik yang nanti direncanakan dalam sebuah musyawarah.
Kedua: diorganisasikan setiap isu yang akan dijadikan sebuah keputusan.
Ketiga: pelaksanaan, setiap pelaksanaan keputusan harus berdasarkan apa yang menjadi perencanaan awal dan tentunya tidak menyimpang.
Keempat: control, dalam hal ini selain UU yang mengatur tentunya setiap pelaksana keputusan leader harus bisa mengontrol jalannya keputusan.
Dari keempat hal diatas jika terlaksana dengan baik, maka setiap keputusan akan menjadi efektif.
  
C.    Pelayanan
Pelayanan publik itu: segala kegiatan pelayanan yg dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan (Kep. Menpan No 63/KEP/M.PAN/7/2003 ), atau dapat juga diartikan suatu pelayanan yang dilakukan oleh lembaga âlembaga pemerintah kepada masyarakat.
Pelayanan publik memiliki ciri-ciri yang sebetulnya sama dengan yang ada di dunia usaha yaitu; Dengan berusaha memenuhi harapan pelanggan dan merebut kepercayaannyaâ, karena kepercayaan dari pelanggan adalah jaminan atas kelangsungan hidup dari suatu organisasi. Dalam pemerintahan rendahnya kepercayaan masyarakat tersebut pasti akan menimbulkan kekacauan yang berkepanjangan yang pada ahirnya menimbulkan banyak kerugian. Oleh sebab itu meskipun dalam pelayanan publik ini tidak ada keuntungan materi yang langsung dapat dinikmati oleh pemerintah , tetapi dengan memberikan pelayanan prima pada setiap pelayanan publik tentu akan mendatangkan keuntungan dalam bentuk meningkatnya kepercayaan masyarakat, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik ( pada gangguan keamanan ) dan juga dapat terciptanya tatanan hidup masyarakat yang berdaya dan mandiri.

D.    Politik
Indonesia mempunyai system politik demokrasi Pancasila. System politik ini didasarkan pada pemahaman nilai-nilai mulia yang ada didalam Pancasila. Tetapi butuh di ketahui bahwasanya system demokrasi bakal membawa konsensus untuk mengatur konflik. Lebih jauh lagi, untuk kehidupan bernegara bisa terbagi dalam beragam jenis system. Tak ada system demokrasi yang berbentuk universal. Untuk tersebut, system politik mesti sesuai dengan pandangan hidup, latar belakang histori negara itu, dan kepribadian dari negara itu. Karena, artikel perihal system politik di Indonesia ini butuh untuk di baca ataupun dimengerti.
Indonesia telah alami empat saat kehidupan politik yakni saat pemerintahan pertama Republik Indonesia, saat Orde Lama, saat Orde Baru, serta saat reformasi. Seperti yang disebutkan pada mulanya, system politik Indonesia mempunyai pandangan yang sesuai sama dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila diantaranya nilai kerohanian yang mengaku ada nilai vital yang terdaftar didalam sila-sila Pancasila. Lebih jauh lagi, nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila mempunyai karakter objektif serta subyektif. Hal semacam ini sesuai dengan hasil pemikiran bangsa serta rakyat Indonesia pada terutama. Karena artikel system politik di Indonesia berisi beragam hal tentang system politik yang berpedoman nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila.

E.     Agent perubahan dan Pembangunan
Dalam kompetensi Ilmu Administrasi Negara kiprah atau tujuannya adalah menjadikan mahasiswa menjadi Agent Of Change dan Pembangunan,
Agent Of Change (agen perubahan) merupakan tujuan utama seorang leader mencapai sebuah tujuan yang lebih baik dari sebelumnya.
Pembangunan merupakan kegiatan yang menjadi implementasi dari sebuah perencanaan baik dalam organisasi maupun pemerintahan.

Dan kedua hal tersebut sangat saling berkaitan karena dengan adanya perencanaan dan implementasi pembangunan maka seorang leader telah menciptakan sebuah perubahan dalam system kepemimpinannya.