CAPAIAN DARI
BEBERAPA KOMPETENSI ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN
1)
Pendekatan
Ilmu/pengetahuan (knowledge)
a) Pengetahuan
terhadap teori-teori kepemimpinan yang telah dipelajari dalam mata kuliah etika
dan filsafat kepemiminan, ini ditujukan agar nanti sebagai lulusan yang
berkompetensi mampu memberikan dan menerapkan kepada sebuah organisasi ataupun
masyarakat yang akan kita pimpin nantinya.
b) Kecenderungan
orang menilai kita itu adalah seberapa besar ilmu /pengetahuan yang kita dapat
dari apa yang telah kita pelajari, dan untuk lebih memberi keyakinan kepada
masyarakat bahwa kita sebagai lulusan yang memiliki kompetensi dari pendekatan
ilmu /pengetahuan itu adalah sejauh mana seorang lulusan bisa memberikan contoh
calon seorang pemimpin yang memiliki etika dan filsafat dengan beberapa
pembuktian secara efesien dan efektif.
2)
Pendekatan
keterampilan (skills)
a) Menjadikan
diri pribadi yang memiliki keterampilan pemimpin dalam melaksanakan tugas
kepemimpinan yang beretika dan filsafat, yang mampu memberikan perubahan dalam
sebuah organisasi, memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang diajarkan dalam mata kuliah
etika dan filsafat kepemimpinan.
b) Seorang
mahasiswa tentunya harus memiliki keterampilan dalam menyiapkan dirinya sebagai
lulusan yang berkompeten dalam bidang keterampilan dan tentunya siap terjun ke
dunia kerja maupun sebagai seorang pemimpin di daerah masing-masing.
3)
Pendekatan
sikap/perilaku (attitude)
a) Memiliki
sikap yang disiplin adalah tindakan yangmenunjukkan perilaku tertiban patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
b) Tanggungjawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan(alam,sosial
dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha
Esa.
4)
Desain Kompetensi Sikap dan Perilaku
kepemimpinan
a)
Standar
Kompetensi
Mahasiswa
mampu mendesain satu proposal penelitian kepemimpinan berdasarkan salah satu kerangka teori strukturalisme, atau strukturalisme genetik, atau semiotic, atau hermeneutik, atau
feminis.
b)
Kompetensi
Dasar
ü
Mengkritik
teori strukturalisme meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang
sikap dan perilaku kepemimpinan.
ü
Mengkritik
teori strukturalisme genetik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi
tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
ü
Mengkritik
teori semiotik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan
perilaku kepemimpinan.
ü
Mengkritik
teori hermeneutik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap
dan perilaku kepemimpinan.
ü
Mengkritik
teori feminis meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan
perilaku kepemimpinan.
c)
Indikator
Kompetensi
·
Mengkritik
teori strukturalisme meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap
dan perilaku kepemimpinan.
1.
Menguraikan
historisitas teori strukturalisme.
2.
Menguraikan
kelebihan dan kekurangan pendekatan objektif.
3.
Menguraikan
kelebihan dan kekurangan teori strukturalisme.
4.
Menguraikan
kelebihan dan kekurangan metode dan prosedur teori strukturalisme.
5.
Menguraikan
asumsi-asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan berdasarkan teori strukturalisme.
·
Mengkritik
teori strukturalisme genetik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi
tentang sikap dan perilaku
kepemimpinan.Mengkritik
teori semiotik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan
perilaku kepemimpinan
1.
Menguraikan
historisitas teori strukturalisme genetik.
2.
Menguraikan
kelebihan dan kekurangan pendekatan objektif.
3.
Menguraikan
kelebihan dan kekurangan teori strukturalisme genetik.
4.
Menguraikan
kelebihan dan kekurangan metode dan prosedur teori strukturalisme genetik.
5.
Menguraikan
asumsi-asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan berdasarkan teori strukturalisme genetik.