A.
Leader
Leader merupakan orang
yang memiliki kekuasaan dan wewenang dalam suatu organisasi maupun
pemerintahan. Seorang leader tentunya dipilih dengan berbagai macam alasan dan
kecakapan, supaya mampu membawa sebuah perubahan. Dari berbagai sumber yang
saya dapatkan setiap leader tentunya mempunyai gaya kepemimpinan yang
berbeda-beda dan berikut ini adalah contoh gaya kepemimpinan yang saya ketahui
dari berbagai sumber: gaya kepemimpinan Visioner, situasi, otoriter, demokrasi,
dan liberal. Dan tentunya setiap gaya kepemimpinan tersebut bertujuan untuk
mencapai kepemimpinan yang efesien dan efektif. Karena Leader merupakan Agent
of change yang paling utama baik dalam organisasi maupun pemerintahannya.
Berikut ini penjelasan
dari tiga gaya kepemimpinan yang kita kenal:
1. Gaya
Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan
segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.
Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang
otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah
diberikan.
2. Gaya
Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya
pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada
permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam
gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas
serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya
Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam
kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan
tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
B.
Keputusan
dengan baik atau efektif
Keputusan merupakan tugas
utama seorang leader, dan ini sudah menjadi sebuah tugas yang dijalankan selama
kepemimpinannya. Untuk membuat sebuah keputusan dengan baik atau efektif
tentunya bukan hal yang mudah bagi seorang leader, maka sebelum keputusan itu
disahkan yang nantinya akan menjadi sebuah UU untuk mengatur dan mengontrol
maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi seorang leader.
Pertama: Isu, isu yang
menjadi masalah dalam masyarakat yang pastinya akan menentukan masa depan
rakyat untuk lebih baik yang nanti direncanakan dalam sebuah musyawarah.
Kedua: diorganisasikan
setiap isu yang akan dijadikan sebuah keputusan.
Ketiga: pelaksanaan,
setiap pelaksanaan keputusan harus berdasarkan apa yang menjadi perencanaan
awal dan tentunya tidak menyimpang.
Keempat: control, dalam
hal ini selain UU yang mengatur tentunya setiap pelaksana keputusan leader
harus bisa mengontrol jalannya keputusan.
Dari keempat hal diatas
jika terlaksana dengan baik, maka setiap keputusan akan menjadi efektif.
C.
Pelayanan
Pelayanan publik itu: segala
kegiatan pelayanan yg dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai
upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang-undangan (Kep. Menpan No 63/KEP/M.PAN/7/2003 ), atau dapat
juga diartikan suatu pelayanan yang dilakukan oleh lembaga âlembaga pemerintah
kepada masyarakat.
Pelayanan publik memiliki
ciri-ciri yang sebetulnya sama dengan yang ada di dunia usaha yaitu; Dengan
berusaha memenuhi harapan pelanggan dan merebut kepercayaannyaâ, karena
kepercayaan dari pelanggan adalah jaminan atas kelangsungan hidup dari suatu
organisasi. Dalam pemerintahan rendahnya kepercayaan masyarakat tersebut pasti
akan menimbulkan kekacauan yang berkepanjangan yang pada ahirnya menimbulkan
banyak kerugian. Oleh sebab itu meskipun dalam pelayanan publik ini tidak ada
keuntungan materi yang langsung dapat dinikmati oleh pemerintah , tetapi dengan
memberikan pelayanan prima pada setiap pelayanan publik tentu akan mendatangkan
keuntungan dalam bentuk meningkatnya kepercayaan masyarakat, meningkatnya
partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik ( pada gangguan keamanan ) dan
juga dapat terciptanya tatanan hidup masyarakat yang berdaya dan mandiri.
D.
Politik
Indonesia mempunyai system politik demokrasi Pancasila. System politik ini didasarkan pada pemahaman nilai-nilai mulia yang ada didalam Pancasila. Tetapi butuh di ketahui bahwasanya system demokrasi bakal membawa konsensus untuk mengatur konflik. Lebih jauh lagi, untuk kehidupan bernegara bisa terbagi dalam beragam jenis system. Tak ada system demokrasi yang berbentuk universal. Untuk tersebut, system politik mesti sesuai dengan pandangan hidup, latar belakang histori negara itu, dan kepribadian dari negara itu. Karena, artikel perihal system politik di Indonesia ini butuh untuk di baca ataupun dimengerti.
Indonesia mempunyai system politik demokrasi Pancasila. System politik ini didasarkan pada pemahaman nilai-nilai mulia yang ada didalam Pancasila. Tetapi butuh di ketahui bahwasanya system demokrasi bakal membawa konsensus untuk mengatur konflik. Lebih jauh lagi, untuk kehidupan bernegara bisa terbagi dalam beragam jenis system. Tak ada system demokrasi yang berbentuk universal. Untuk tersebut, system politik mesti sesuai dengan pandangan hidup, latar belakang histori negara itu, dan kepribadian dari negara itu. Karena, artikel perihal system politik di Indonesia ini butuh untuk di baca ataupun dimengerti.
Indonesia telah alami
empat saat kehidupan politik yakni saat pemerintahan pertama Republik
Indonesia, saat Orde Lama, saat Orde Baru, serta saat reformasi. Seperti yang
disebutkan pada mulanya, system politik Indonesia mempunyai pandangan yang
sesuai sama dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai yang terdapat dalam
Pancasila diantaranya nilai kerohanian yang mengaku ada nilai vital yang
terdaftar didalam sila-sila Pancasila. Lebih jauh lagi, nilai-nilai yang terdapat
dalam Pancasila mempunyai karakter objektif serta subyektif. Hal semacam ini
sesuai dengan hasil pemikiran bangsa serta rakyat Indonesia pada terutama.
Karena artikel system politik di Indonesia berisi beragam hal tentang system
politik yang berpedoman nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila.
E.
Agent
perubahan dan Pembangunan
Dalam kompetensi Ilmu
Administrasi Negara kiprah atau tujuannya adalah menjadikan mahasiswa menjadi
Agent Of Change dan Pembangunan,
Agent Of Change (agen
perubahan) merupakan tujuan utama seorang leader mencapai sebuah tujuan yang
lebih baik dari sebelumnya.
Pembangunan merupakan
kegiatan yang menjadi implementasi dari sebuah perencanaan baik dalam
organisasi maupun pemerintahan.
Dan kedua hal tersebut
sangat saling berkaitan karena dengan adanya perencanaan dan implementasi
pembangunan maka seorang leader telah menciptakan sebuah perubahan dalam system
kepemimpinannya.