1. pemimpin yang memiliki nilai lebih pada nilai etika dan filsafat
merupakan pemimpin yang memiliki perilaku kepemimpinan yang situasonal.
bisa menyesuaikan gaya kepemimpinan yang cocok dengan situasi tertentu
dan tentunya harus didasari pada teori sifat-sifat pemimpin. tingkat
kemampuan seorang pemimpin dapat diukur dari gaya kepemimpinan yang
dijalankannya, baik itu gaya kepemimpinan otoriter, liberal dan
demokrasi.
2. Seorang pemimpin harus memastikan dari awal bahwa semua anggota teamnya
memahami maksud dan tujuan organisasi. Apa visi dan misi organisasi
harus sudah terinternalisasi di diri masing-masing anggota. Inilah salah
satu alasan kenapa banyak di dinding-dinding kantor perusahaan kita
jumpai figura bertuliskan Visi, Misi, dan Kebijakan Mutu perusahaan
tersebut. Karena top management menginginkan semua yang terlibat di
organisasinya tahu arah dan tujuan organisasinya.
Team tidak akan kehilangan arah dalam memacu roda organisasi dengan
adanya fase penentuan tujuan ini di awal. Inilah fase mendasar dalam
organisasi, dan pemimpin efektif terbiasa melaksanakannya.
3. Komunikasi yang efektif didasari dengan adanya saling percaya antara
pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut; dalam hal ini
antara leader dengan bawahannya. Penentuan arah tujuan organisasi sudah
dibuat, kemudian dikomunikasikan dan komunikasinya dibangun di atas
kepercayaan. Bagaimana mungkin bawahan bisa menerima dan mengikuti
instruksi atasan bila bawahannya tidak ‘percaya’ kepada leadernya.
Prinsip ini sangat dipahami oleh pemimpin efektif.
ada 4 gaya kepemimpinan:
1. directing merupakan gaya kepemimpinan tingginya tugas dan hubungan yang rendah
2. coach atau saling bertukar pikiran atau lebih banyak mendengar bearti tinggi tugas tinggi hubungan
3. suporting tingkat saling mendukung sudah ada pada gaya ini, atau tinggi hubungan rendah tugas
4. delegating, dalam gaya ini bawahan telah diberikan kepercayaan dalam tugasnya. dikatakan rendah hubungan dan rendah tugas
semua
itu kembali lagi pada situasi yang sesuai dengan gaya kepemimpinan
dalam suatu organisasi, karena dalam pencapaian suatu tujuan organisasi
sangat ditentukan pada gaya kepemimpinan yang memiliki nilai lebih pada
etika dan filsafat kepemimpinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar