KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
perkenaan-Nya penyusun dapat menyelesaikan Tugas makalah Bahasa Indonesia
dengan baik.
Dalam tugas ini
penyusun banyak menemukan hambatan, namun berkat bantuan dan bimbingan dari
semua pihak baik dari Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia maupun masukan dari teman-teman maka penyusun dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik.Oleh karena itu tidak lupa penyusun
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
tugas ini.
Akhirnya
penyusun menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena
itu kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapkan
guna penyempurnaan tugas ini.
Malang, Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL ..................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang .................................................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah ............................................................................................................ 1
C.
Tujuan
Penulisan ............................................................................................................. 1
BAB II ISI
A.Pengertian Paragraf................................................................................................................. 2
B.
Syarat-syarat pembentukan Paragraf ............................................................ 3
C.
Struktur
Paragraf.............................................................................................................. 4
D.
Fungsi Paragraf.................................................................................................................. 5
E.
Jenis-jenis
Paragraf………………………..………………………...………………………..
5
F.
Teknik
Pengembangan Paragraf…………….…………………………….…………….. 12
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ...................................................................................................................... 14
B.
Saran ................................................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Selama ini dalam membuat suatu paragraf sudah
dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuat suatu paragraf kita harus
mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf
yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain.
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan
melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu
membuat suatu paragraph dengan baik dan benar sesuai dengan kaedakaedahnya.
B.
Batasan Masalah
1.
mengetahui pengertian paragraph
2.
Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraph
3.
pembagian paragraf menurut jenisnya
4.
mengembangkan suatu paragraf
C.
Tujuan
Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita
dapat mengetahui syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam membuat suatu
paragraph. Dapat mengetahui macam-macam paragraf dan dapat mengembangkan suatu
paragraph dengan baik dan benar.Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapat
melatih kita dalam membuat suatu paragraf yang baik sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dalam suatu paragraph.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Paragraf
Paragraf adalah
seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat
dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam
membentuk gagasan atau topik tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas
sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari
dua buah kalimat.
Contoh sebuah paragraf :
Sampah
selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan
berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan
yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu
seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini
mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai
kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan
pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat
dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.
Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat
itu membicarakan soal sampah. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik
”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah
sampah.
Dalam tulisan-tulisan lain mungkin kita menjumpai topik paragraf,
seperti:
1. peranan bahasa dalam kehidupan;
2. penyebab kebakaran hutan:
3. manfaat koperasi;
4. Tragedi Semanggi;
5. kehidupan di ruang
angkasa;
6. Trisakti sebagai karnpus reformasi.
Topik paragraf adalah pikiran
utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat
pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang menjadi topik persoalan atau
pokok pembicaraan. Oleh sebab itu, ia kadang-kadang disebut juga gagasan pokok
di dalam sebuah paragraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok pembicaraan
dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf.
B. Syarat-syarat
Pembentukan Paragraf
Paragraf
yang baik harus memiliki tiga ketentuan, yaitu kesatuan paragraph, kepaduan
paragraph dan pengait paragraf.
a) Kesatuan paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran.
Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara
cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf
itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu,
paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus
dikeluarkan dari paragraf. Perhatikan paragraf di bawah ini.
Jateng sukses, Kata-kata ini meluncur gembira dari
pelatih regu Jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas Tinju Amatir,
Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. Kota Semarang terdapat di
pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Propinsi Jateng. Pernyataan itu dianggap
wajar karena yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali
emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh
pilihan petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu
adalah prestasi paling tinggi yang pemah diraih oleh jateng dalam arena seperti
itu. Dalam paragraf itu kalimat ketiga tidak menunjukkan keutuhan paragraf.
Oleh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf.
b)
Kepaduan paragraf
Kepaduan
paragraf dapat terlihat melalui penyusunan secara logis dan melalui
ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait kalimat. Urutan yang logis akan terlihat
dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Dalam paragraf itu tidak ada
kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan.
c)
Kelengkapan paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap
apabila didalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk
menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Kalimat penjelas sering memerlukan
bantuan kata penghubung antarkalimat dan penghubung intrakalimat.
Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu.
1. Penjelasan
2.
Rincian
3.
Keterangan
4.
Contoh
C. Struktur
Paragraf
Kalimat-kalimat yang membangun paragraf pada
umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu kalimat topik atau kalimat
utama, dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik atau kalimat
utama, biasanya ditempatkan secara jelas sebagai kalimat awal suatu paragraf.
Kalimat utama ini kemudian dikembangkan dengan sejumlahkalimat penjelas sehingga ide
atau gagasan yang terkandung kalam kalimat utama itu menjadi semakin jelas.
Ciri kalimat topik adalah:
1)
Mengandung
permasalahan yang potensial untuk dirinci atau diuraikan lebih lanjut
2)
Merupakan
kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3)
Mempunyai
arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain
4)
Dapat
dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi.
Ciri kalimat penjelas adalah:
1)
Dari segi
arti sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
2)
Arti kalimat
kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam paragraf
3)
Pembentukannya
sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi
4)
Isinya
berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat topik
D.
fungsi paragraf
·
Sebagai
penampung fragmen ide pokok keseluruhan karangan.
·
Alat untuk
memudahkan pembaca memahami jalan pikiran penulisnya.
·
Penanda
bahwa pikiran baru dimulai. Hal ini ditandai dengan tulisan yang menjorok ke
dalam.
·
Alat untuk
mengembangkan jalan pikiran secara sistematis.
·
Paragraf
berguna sebagai pengantar, transisi dan penutup.
E.
Jenis-jenis Paragraf
1)
Jenis-jenis
paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
·
Paragraf
argumentasi
Argumentasi berasal dari kata argumen. Jadi paragraf argumentasi adalah
paragraf yang isinya disertai alasan-alasan, contoh-contoh dan bukti-bukti yang
meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi paragraf tersebut. Contoh
Paragraf Argumentasi:
1) Selokan ini sangat kotor. Sampah sampah
berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang dan bertelur di sini karena
airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus membersihkan selokan ini supaya
air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk tidak akan bersarang dan bertelur
di tempat ini.
·
Paragraf
eksposisi
Paragraf Eksposisi adalah paragraf atau karangan yang
mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa
memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi.
Sumber karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan,
penelitian atau pengalaman
Macam
macam paragraf eksposisi
ü Eksposisi definisi
ü Eksposisi proses
ü Eksposisi klasifikasi
ü Eksposisi ilustrasi (contoh)
ü Eksposisi perbandingan &
pertentangan, dan
ü Eksposisi laporan
Ciri ciri paragraf eksposisi
ü berupa tulisan yang memberikan
pegertian dan pengetahuan
ü menjawab pertanyaan tentang apa,
mengapa, kapan, dan bagaimana;
ü disampaikan secara lugas dengan
menggunakan bahasa baku
ü Bersifat netral, dalam artian tidak
memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca
Contoh
paragraf eksposisi:
Contoh
Paragraf Eksposisi Definisi
·
Bekam atau hijamah ialah sebuah
teknik pengobatan yang dilakukan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang
berbahaya) dari dalam tubuh lewat permukaan kulit. menurut pemahaman umum,
sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi
karena tingginya oksidan dalam tubuh.
Contoh Paragraf Eksposisi Proses
·
Hingga saat ini, bantuan untuk para
korban letusan gunung merapi belum merata. Hal ini bisa disaksikan di beberapa
wilayah sleman. Misalnya, di Desa P. Sampai saat ini, warga Desa P hanya makan
singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang
makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik
reruntuhan bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah
belum merata
·
Paragraf
deskripsi
Paragraf
deskripsi adalah paragraf yg berisi penggambarkan suatu objek, tempat, atau
peristiwa tertentu kepada pembaca secara jelas dan terperinci sehinggga pembaca
seolah-olah mlihat dan merasakan sendiri apa yg dideskripsikan oleh penulis.
A. Menggambarkan
atau melukiskan sesuatu.
B. Penggambaran
tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
C. Membuat
pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
D. Menjelaskan
ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara
terperinci.
Pola pengembangan paragraf deskripsi:
1. Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf
ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
2. Paragraf Deskripsi Subjektif,
paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
3. Paragraf Deskripsi Objektif,
paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Pemandangan
Pantai Mojopahit - Mojokerto sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing
yang amat sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang
besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat.
Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Mojopahit ini membuat pantai
ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Mojopahit ini keta bisa
bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda
ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang
sungguh sangat indah. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan
momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah amsuk ke dalam hamparan
air laut.
·
Paragraf
persuasi
Paragraf Persuasi
adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca atau
pendengar (jika dibacakan) agar melakukan sesuatu. Lebih tepatnya lagi paragraf
persuasi adalah paragraf yang dibuat oleh penulis untuk membuat si penerima
informasi menjadi tertarik dengan isi dan ide atau gagasan dalam informasi
tersebut lalu mau mengikuti atau dipengaruhi oleh informasi tersebut.
Ciri Ciri Paragraf Persuasi
1. Ada kata ajakan
2. Pemberi Informasi menempatkan diri di posisi anda
(soelah merasakan hal yang sama seperti ketidaknyamanan atau kegelisahan yang
anda rasakan agar mendapat perhatian anda)
3. Tujuan dan ajakannya jelas
·
Paragraf
narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan
rangkaian kejadian atau peristiwa yang berurutan (kronologis) yang berupa fakta
atau fiksi. Yang berupa fakta: biografi, auto biografi, catatan perjalanan,ekspositoris.
Paragraf narasi yang berupa fiksi; cerpen, novel, sugestif.
Paragraf narasi yang berupa fiksi; cerpen, novel, sugestif.
Ciri-ciri
paragraf narasi:
1. Ada
tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
2. Mementingkan
urutan waktu maupun urutan peristiwa
3.
Tidak
hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat
dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat
kabar,sejarah,riwayat perjalanan).
Macam/pola
pengembangan paragraf Narasi :
1. Narasi
ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita
kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar).
2.
Narasi
sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga
pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami
cerita tersebut( cerpen, novel dll).
Contoh-contoh
paragraf Narasi
:
1.
Pernah
suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek berjenggot panjang yang
menyuruhku untuk pergi ke arah timur . Aku tidak mengerti apa maksudnya.
Sesudah bangun, keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu seperti tidak
terbendung. Aku harus pergi ke arah timur. Timur…timur mana ? Jakarta Timur? (
Narasi sugestif)
2.
Patih
Pranggulang menghunus pedangnya. Ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke
tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu
jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh
Tunjungsekar.Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi
semuanya gagal (Narasi sugestif)
3.
Hari-hariku
sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat
dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan
sarapan anak-anakku. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena
anak-anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan menyuapi
anakku yang paling kecil. Setelah beres urusan rumah, segera aku berlari untuk
mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang dilalui bus.(Narasi ekspositoris)
4.
Ratusan
warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam setelah mereka
menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Slamet Riyadi (38), warga
Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar
200 penduduk dari beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Tak ada
korban meninggal dalam musibah tersebut. ( Narasi ekspositoris)
5.
Pulang
sekolah tepatnya pukul 14.00 saya langsung pergi ke rumah.Saya tidak berpikir
untuk singgah ke tempat teman tidak seperti biasanya.Setelah saya sampai di
rumah say langsung pergi ke dapur dan mengambil sepiring nasi.Perutku sangat
lapar.Pukul 15.00 aku ditelpon pacar untuk diajak jalan-jalan.Tanpa pikir
panjang aku langsung pergi ,namun tak lupa pamitan sama orang tua.
2)
Jenis-jenis
paragraf berdasarkan letak gagasan utama
·
Paragraf
Deduktif
Paragraf
deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf.
Gagasan utama atau pokok persoalan dalam paragraf tersebut diletakkan pada
kalimat pertama atau kalimat kedua. Selanjutnya, diikuti oleh kalimat pendukung
terhadap gagasan utama tersebut. Dalam paragraf deduktif, ide-ide yang telah
dirumuskan dalam kalimat diatur dengan ide yang bersifat umum dan diletakkan
pada kalimat pertama atau kedua dan diikuti ide yang lebih khusus.
Ciri-ciri
paragraf deduktif
ü Letak
kalimat utama di awal paragraf.
ü Diawali
dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus.
·
Paragraf
Induktif
Paragraf
Indukstif adalah paragraf yang meletakkan gagasan utamanya di akhir paragraf.
Cara penataan parafraf induktif ini adalah dengan cara menyusun ide-ide khusus
dan diikuti dengan ide yang bersifat umum yang biasanya berupa kalimat
simpulan.
Ciri-ciri
paragraf induktif
ü Letak
kalimat utama di akhir paragraf.
ü Diawali
dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
ü Paragraf
induktif diakhiri dengan kesimpulan.
·
Paragraf
Campuran (deduktif-induktif)
Paragraf
campuran atau deduktif-induktif adalah paragraf yang dimulai dengan pikiran
utama, diikuti dengan penjelasan (penjebaran dari pikiran utama), dan diakhiri
dengan penegasan atau pengulangan inti uraian.
Ciri-ciri
Paragraf Campuran
ü Pikiran
utama terletak diawal atau diakhir paragraf
ü Kalimat
berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama
ü Akhir
paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama.
3) Jenis
paragraf Berdasarkan isi
·
Deskripsi
adalah karangan yang berisi uraian, pemaparan, atau penggambaran sesuatu dengan
kata-kata secara jelas dan rinci.
·
Eksposisi
adalah suatu karangan yang berisi penjelasan atau keterangan sebuah gagasan
atau ide. Karangan eksposisi bertujuan agar pembaca memperoleh informasi atau
keterangan yang sejelas-jelasnya tentang suatu objek.
·
Persuasi
adalah karangan yang di dalamnya terdapat bujukan halus, ajakan kepada
seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek balik yang meyakinkan.
·
Argumentasi
adalah karangan yang di dalamnya terdapat suatu pendapat, gagasan, pendirian, atau
pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. Dalam karangan
argumentasi, penulis berupaya untuk meyakinkan pembaca tentang gagasan atau
pendapatnya. Unsur-unsur yang terdapat di dalamnya adalah data, pendapat, dan
kesimpulan.
·
Narasi
adalah suatu karangan tentang penceritaan suatu kejadian atau peristiwa.
F.
Teknik Pengembangan Paragraf
Secara Alamiah
Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan
pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. Susunan logis ini
mengenal dua macam urutan, yaitu:
·
urutan ruang
(spasial) yang membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang
berdekatan dalam sebuah ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari
luar ke dalam, dari bawah ke atas, dari kanan ke kiri dan sebagainya;
·
urutan waktu
(kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau
tindakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.
a.
Urutan ruang; Bangunan itu terbagi dalam empat ruang.
Pada ruang pertama yang sering disebut dengan bangsal srimanganti, terdapat dua
pasang kursi kayu ukiran Jepara. Ruangan ini sering digunakan Adipati
Sindungriwut untuk menerima tamu kadipaten. Di sebelah kiri bangsal
srimanganti, terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka
kadipaten dan cendera mata dari kadipaten-kadipaten lain. Ruangan ini tertutup
rapat dan selalu dijaga oleh kesatria-kesatria terpilih Kadipaten Ranggenah.
Ruangan tempat menyimpan benda-benda pusaka dan cendera mata ini sering disebut
kundalini mesem. Agak jauh di sebelah kanan ruang kundalini mesem terdapat
sebuah ruangan yang senantiasa menebarkan aroma dupa. Ruang ini disebut ruang
pamujan karena di tempat inilah Sang Adipati selalu mengadakan upacara dan
kebaktian. Beberapa meter dari ruang pamujan terdapat ruangan kecil dengan
sebuah tempayan besar di tengahnya. Ruangan ini sering disebut dengan ruang
reresik, karena ruangan ini sering digunakan untuk membersihkan diri Sang
Adipati sebelum masuk ke ruang pamujan.
b.
Urutan waktu; Menendang bola dengan sepatu baru dikenalnya
sekitar tahun 1977, saat ia baru lulus dari STM Negeri 3 jurusan teknik
elektro. Yang pertama kali melatihnya adalah klub Halilintar. Dari sini
pretasinya terus menanjak hingga kemudian ia dapat bergabung dengan klub Pelita
Jaya sampai sekarang. Tahun 1984 ia pernah dipanggil untuk memperkuat PSSI ke
Merdeka Games di Malaysia. Waktu ia dipanggil lagi untuk turnamen di Brunei
tahun 1985, ia gagal memenuhinya karena kakinya cedera.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun paragraf berfungsi untuk memudahkan
pembaca dalam mengikuti jalan pikiran penulis. Pada prinsipnya cara membuat
paragraf adalah dengan menyusun kerangka penulisan sampai sedetil-detilnya agar
memudahkan penjelasan dan menghindarkan dari penjelasan yang berulang-ulang.
Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis, dituntut beberapa kemampuan antara
lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan
atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan
ejaan, pungtuasi, kosa kata, diksi, dan kalimat. Sedangkan yang dimaksud dengan
kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf, kemampuan membedakan
pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam
urutan yang sistematik.
B.
Saran
Pada kesempatan ini kami menyarankan kepada
semua pihak yang merasa mempunyai gagasan dalam mengembangkan pendidikan di
dunia tulis menulis, agar selalu menuangkan gagasanya dalam bentuk tulisan
dengan mengembangkan keilmuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar