Selasa, 29 Oktober 2013

paragraf



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur  kami ucapkan  kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas perkenaan-Nya penyusun dapat menyelesaikan Tugas makalah Bahasa Indonesia dengan baik.
Dalam tugas ini penyusun banyak menemukan hambatan, namun berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak baik dari Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia maupun masukan dari teman-teman maka penyusun dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.Oleh karena itu tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini.
Akhirnya penyusun menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapkan guna penyempurnaan tugas ini.


Malang,     Oktober 2013


                                                                                 Penyusun







DAFTAR ISI

Hal.
HALAMAN JUDUL .....................................................................................................................................   i
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................   ii
DAFTAR ISI ...............................................................................................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN
A.            Latar Belakang ..................................................................................................................   1
B.            Rumusan Masalah ............................................................................................................   1
C.             Tujuan Penulisan .............................................................................................................   1

BAB II ISI
A.Pengertian Paragraf.................................................................................................................   2
B.            Syarat-syarat pembentukan Paragraf ............................................................   3
C.             Struktur Paragraf..............................................................................................................   4
D.            Fungsi Paragraf..................................................................................................................   5
E.            Jenis-jenis Paragraf………………………..………………………...………………………..   5
F.             Teknik Pengembangan Paragraf…………….…………………………….…………….. 12

BAB III PENUTUP
A.            Kesimpulan ......................................................................................................................   14
B.            Saran ...................................................................................................................................   14

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................................   15




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Selama ini dalam membuat suatu paragraf sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragraph dengan baik dan benar sesuai dengan kaedakaedahnya.

B.     Batasan Masalah
1.      mengetahui pengertian paragraph
2.      Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraph
3.      pembagian paragraf menurut jenisnya
4.      mengembangkan suatu paragraf

C.      Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam membuat suatu paragraph. Dapat mengetahui macam-macam paragraf dan dapat mengembangkan suatu paragraph dengan baik dan benar.Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapat melatih kita dalam membuat suatu paragraf yang baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam suatu paragraph.









BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Paragraf
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat.

Contoh sebuah paragraf :
Sampah selamanya selalu memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selama pengumpulan pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.
Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik ”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.

Dalam tulisan-tulisan lain mungkin kita menjumpai topik paragraf, seperti:
1.      peranan bahasa dalam kehidupan;
2.      penyebab kebakaran hutan:
3.      manfaat koperasi;
4.      Tragedi Semanggi;
5.      kehidupan di ruang angkasa;           
6.      Trisakti sebagai karnpus reformasi.




Topik paragraf adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini. Pikiran utama itulah yang menjadi topik persoalan atau pokok pembicaraan. Oleh sebab itu, ia kadang-kadang disebut juga gagasan pokok di dalam sebuah paragraf. Dengan demikian, apa yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf.


B.     Syarat-syarat Pembentukan Paragraf
Paragraf yang baik harus memiliki tiga ketentuan, yaitu kesatuan paragraph, kepaduan paragraph dan pengait paragraf.
a)      Kesatuan paragraf
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yang menyimpang dari ide pokok paragraf itu. Kalau ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf itu, paragraf menjadi tidak berpautan, tidak utuh. Kalimat yang menyimpang itu harus dikeluarkan dari paragraf. Perhatikan paragraf di bawah ini.
Jateng sukses, Kata-kata ini meluncur gembira dari pelatih regu Jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas Tinju Amatir, Minggu malam, di Gedung Olahraga Jateng, Semarang. Kota Semarang terdapat di pantai utara Pulau Jawa, ibu kota Propinsi Jateng. Pernyataan itu dianggap wajar karena yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan petinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pemah diraih oleh jateng dalam arena seperti itu. Dalam paragraf itu kalimat ketiga tidak menunjukkan keutuhan paragraf. Oleh sebab itu, kalimat tersebut harus dikeluarkan dari paragraf.
b)    Kepaduan paragraf
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait kalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Dalam paragraf itu tidak ada kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan.
c)     Kelengkapan paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila didalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Kalimat penjelas sering memerlukan bantuan kata penghubung antarkalimat dan penghubung intrakalimat.
Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu.
1.      Penjelasan
2.      Rincian
3.      Keterangan
4.      Contoh
C.      Struktur Paragraf
Kalimat-kalimat yang membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu kalimat topik atau kalimat utama, dan kalimat penjelas atau kalimat pendukung. Kalimat topik atau kalimat utama, biasanya ditempatkan secara jelas sebagai kalimat awal suatu paragraf. Kalimat utama ini kemudian dikembangkan dengan sejumlahkalimat penjelas sehingga ide atau gagasan yang terkandung kalam kalimat utama itu menjadi semakin jelas.
Ciri kalimat topik adalah:
1)     Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci atau diuraikan lebih lanjut
2)     Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3)     Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain
4)     Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi.
Ciri kalimat penjelas adalah:
1)     Dari segi arti sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
2)     Arti kalimat kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam paragraf
3)     Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi
4)     Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat topik
D.     fungsi paragraf
·         Sebagai penampung fragmen ide pokok keseluruhan karangan.
·         Alat untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran penulisnya.
·         Penanda bahwa pikiran baru dimulai. Hal ini ditandai dengan tulisan yang menjorok ke dalam.
·         Alat untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis.
·         Paragraf berguna sebagai pengantar, transisi dan penutup.
E.      Jenis-jenis Paragraf
1)     Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya dapat dibedakan atas :
·         Paragraf argumentasi
Argumentasi berasal dari kata argumen. Jadi paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya disertai alasan-alasan, contoh-contoh dan bukti-bukti yang meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi paragraf tersebut. Contoh Paragraf Argumentasi:
1)     Selokan ini sangat kotor. Sampah sampah berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang dan bertelur di sini karena airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus membersihkan selokan ini supaya air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk tidak akan bersarang dan bertelur di tempat ini.





·         Paragraf eksposisi
Paragraf Eksposisi adalah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman
Macam macam paragraf eksposisi
ü  Eksposisi definisi
ü  Eksposisi proses
ü  Eksposisi klasifikasi
ü  Eksposisi ilustrasi (contoh)
ü  Eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
ü  Eksposisi laporan

Ciri ciri paragraf eksposisi
ü  berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan
ü  menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana;
ü  disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku
ü  Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca
Contoh paragraf eksposisi:
Contoh Paragraf Eksposisi Definisi
·         Bekam atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.






Contoh Paragraf Eksposisi Proses
·         Hingga saat ini, bantuan untuk para korban letusan gunung merapi belum merata. Hal ini bisa disaksikan di beberapa wilayah sleman. Misalnya, di Desa P. Sampai saat ini, warga Desa P hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah belum merata

·         Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yg berisi penggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa tertentu kepada pembaca secara jelas dan terperinci sehinggga pembaca seolah-olah mlihat dan merasakan sendiri apa yg dideskripsikan oleh penulis.
A.      Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
B.      Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
C.      Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
D.     Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.
Pola pengembangan paragraf deskripsi:
1.      Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
2.      Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
3.      Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.

Pemandangan Pantai Mojopahit - Mojokerto sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing yang amat sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Mojopahit ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Mojopahit ini keta bisa bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah amsuk ke dalam hamparan air laut.
·         Paragraf persuasi
Paragraf Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca atau pendengar (jika dibacakan) agar melakukan sesuatu. Lebih tepatnya lagi paragraf persuasi adalah paragraf yang dibuat oleh penulis untuk membuat si penerima informasi menjadi tertarik dengan isi dan ide atau gagasan dalam informasi tersebut lalu mau mengikuti atau dipengaruhi oleh informasi tersebut.
Ciri Ciri Paragraf Persuasi
1.   Ada kata ajakan
2.   Pemberi Informasi menempatkan diri di posisi anda (soelah merasakan hal yang sama seperti ketidaknyamanan atau kegelisahan yang anda rasakan agar mendapat perhatian anda)
3.   Tujuan dan ajakannya jelas
·         Paragraf narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan rangkaian kejadian atau peristiwa yang berurutan (kronologis) yang berupa fakta atau fiksi. Yang berupa fakta: biografi, auto biografi, catatan perjalanan,ekspositoris.

Paragraf narasi yang berupa fiksi; cerpen, novel, sugestif.

Ciri-ciri paragraf narasi:
1.      Ada tokoh, tempat, waktu, dan suasana yang diceritakan
2.      Mementingkan urutan waktu maupun urutan peristiwa
3.   Tidak hanya terdapat dalam karya fiksi ( cerpen,novel,roman) tetapi juga terdapat dalam tulisan nonfiksi (biografi, cerita nyata dalam surat kabar,sejarah,riwayat perjalanan).
Macam/pola pengembangan paragraf Narasi :
1.      Narasi ekspositoris/nonfiksi/informatif adalah cerita yang benar-benar terjadi (cerita kepahlawanan, sejarah, biografi/otobiografi, cerita nyata dalam surat kabar).
2.   Narasi sugestif/fiksi/artistik adalah cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan dan tertarik dan seakan-akan terhayut,bahkan merasa mengalami cerita tersebut( cerpen, novel dll).
Contoh-contoh paragraf Narasi :
1.       Pernah suatu ketika aku bermimpi bertemu seorang kakek berjenggot panjang yang menyuruhku untuk pergi ke arah timur . Aku tidak mengerti apa maksudnya. Sesudah bangun, keinginan untuk memenuhi perintah si kakek itu seperti tidak terbendung. Aku harus pergi ke arah timur. Timur…timur mana ? Jakarta Timur? ( Narasi sugestif)
2.       Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Ia mengayunkan pedang itu dengan cepat ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar.Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal (Narasi sugestif)
3.       Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industri makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan anak-anakku. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju kerja, aku sempatkan menyuapi anakku yang paling kecil. Setelah beres urusan rumah, segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang dilalui bus.(Narasi ekspositoris)
4.       Ratusan warga mengalami keracunan. Musibah itu terjadi enam jam setelah mereka menikmati hidangan dalam hajatan sunatan di rumah Slamet Riyadi (38), warga Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekitar 200 penduduk dari beberapa desa dibawa ke rumah sakit di puskesmas. Tak ada korban meninggal dalam musibah tersebut. ( Narasi ekspositoris)
5.       Pulang sekolah tepatnya pukul 14.00 saya langsung pergi ke rumah.Saya tidak berpikir untuk singgah ke tempat teman tidak seperti biasanya.Setelah saya sampai di rumah say langsung pergi ke dapur dan mengambil sepiring nasi.Perutku sangat lapar.Pukul 15.00 aku ditelpon pacar untuk diajak jalan-jalan.Tanpa pikir panjang aku langsung pergi ,namun tak lupa pamitan sama orang tua.

2)     Jenis-jenis paragraf berdasarkan letak gagasan utama
·         Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf. Gagasan utama atau pokok persoalan dalam paragraf tersebut diletakkan pada kalimat pertama atau kalimat kedua. Selanjutnya, diikuti oleh kalimat pendukung terhadap gagasan utama tersebut. Dalam paragraf deduktif, ide-ide yang telah dirumuskan dalam kalimat diatur dengan ide yang bersifat umum dan diletakkan pada kalimat pertama atau kedua dan diikuti ide yang lebih khusus. 

Ciri-ciri paragraf deduktif
ü  Letak kalimat utama di awal paragraf.
ü  Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus.

·         Paragraf Induktif
Paragraf Indukstif adalah paragraf yang meletakkan gagasan utamanya di akhir paragraf. Cara penataan parafraf induktif ini adalah dengan cara menyusun ide-ide khusus dan diikuti dengan ide yang bersifat umum yang biasanya berupa kalimat simpulan. 

Ciri-ciri paragraf  induktif

ü  Letak kalimat utama di akhir paragraf.
ü  Diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan       pernyataan umum.
ü  Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan.

·         Paragraf Campuran (deduktif-induktif)
Paragraf campuran atau deduktif-induktif adalah paragraf yang dimulai dengan pikiran utama, diikuti dengan penjelasan (penjebaran dari pikiran utama), dan diakhiri dengan penegasan atau pengulangan inti uraian. 

Ciri-ciri Paragraf Campuran

ü  Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraf
ü  Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama
ü  Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama.
3)    Jenis paragraf Berdasarkan isi
·         Deskripsi adalah karangan yang berisi uraian, pemaparan, atau penggambaran sesuatu dengan kata-kata secara jelas dan rinci.
·         Eksposisi adalah suatu karangan yang berisi penjelasan atau keterangan sebuah gagasan atau ide. Karangan eksposisi bertujuan agar pembaca memperoleh informasi atau keterangan yang sejelas-jelasnya tentang suatu objek.
·         Persuasi adalah karangan yang di dalamnya terdapat bujukan halus, ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek balik yang meyakinkan.
·         Argumentasi adalah karangan yang di dalamnya terdapat suatu pendapat, gagasan, pendirian, atau pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. Dalam karangan argumentasi, penulis berupaya untuk meyakinkan pembaca tentang gagasan atau pendapatnya. Unsur-unsur yang terdapat di dalamnya adalah data, pendapat, dan kesimpulan.
·         Narasi adalah suatu karangan tentang penceritaan suatu kejadian atau peristiwa.
F.      Teknik Pengembangan Paragraf
Secara Alamiah
Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan, yaitu:
·         urutan ruang (spasial) yang membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. Misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar ke dalam, dari bawah ke atas, dari kanan ke kiri dan sebagainya;
·         urutan waktu (kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.
a.       Urutan ruang; Bangunan itu terbagi dalam empat ruang. Pada ruang pertama yang sering disebut dengan bangsal srimanganti, terdapat dua pasang kursi kayu ukiran Jepara. Ruangan ini sering digunakan Adipati Sindungriwut untuk menerima tamu kadipaten. Di sebelah kiri bangsal srimanganti, terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka kadipaten dan cendera mata dari kadipaten-kadipaten lain. Ruangan ini tertutup rapat dan selalu dijaga oleh kesatria-kesatria terpilih Kadipaten Ranggenah. Ruangan tempat menyimpan benda-benda pusaka dan cendera mata ini sering disebut kundalini mesem. Agak jauh di sebelah kanan ruang kundalini mesem terdapat sebuah ruangan yang senantiasa menebarkan aroma dupa. Ruang ini disebut ruang pamujan karena di tempat inilah Sang Adipati selalu mengadakan upacara dan kebaktian. Beberapa meter dari ruang pamujan terdapat ruangan kecil dengan sebuah tempayan besar di tengahnya. Ruangan ini sering disebut dengan ruang reresik, karena ruangan ini sering digunakan untuk membersihkan diri Sang Adipati sebelum masuk ke ruang pamujan.
b.      Urutan waktu; Menendang bola dengan sepatu baru dikenalnya sekitar tahun 1977, saat ia baru lulus dari STM Negeri 3 jurusan teknik elektro. Yang pertama kali melatihnya adalah klub Halilintar. Dari sini pretasinya terus menanjak hingga kemudian ia dapat bergabung dengan klub Pelita Jaya sampai sekarang. Tahun 1984 ia pernah dipanggil untuk memperkuat PSSI ke Merdeka Games di Malaysia. Waktu ia dipanggil lagi untuk turnamen di Brunei tahun 1985, ia gagal memenuhinya karena kakinya cedera.









BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Adapun paragraf berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam mengikuti jalan pikiran penulis. Pada prinsipnya cara membuat paragraf adalah dengan menyusun kerangka penulisan sampai sedetil-detilnya agar memudahkan penjelasan dan menghindarkan dari penjelasan yang berulang-ulang. Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis, dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan ejaan, pungtuasi, kosa kata, diksi, dan kalimat. Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf, kemampuan membedakan pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik.
B.     Saran
Pada kesempatan ini kami menyarankan kepada semua pihak yang merasa mempunyai gagasan dalam mengembangkan pendidikan di dunia tulis menulis, agar selalu menuangkan gagasanya dalam bentuk tulisan dengan mengembangkan keilmuannya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar