Senin, 23 Desember 2013

Analisa kepemimpinan efesien dan efektif

Nama : Van Bastian
Nim : 2013210104
Jurusan : Administrasi Negara
Universitas Tribhuawan TunggaDewi Malang


sebelum menjelaskan bagaimana menjadi seorang leader yang berkompetensi leadership yang efesien dan efektif serta efesien nantinya apabila sudah terjun di dunia kerja tanpa membedakan Gender, HAM dan Pembangunan maka saya akan menjelaskan apa itu "leader" dan "leadership"
1. Leader
    dalam ilmu administrasi negara kita yang nantinya siap untuk dicetak untuk menjadi seoarang pemimpin
    baik dalam kehidupan sehari-hari maupun disebuah instasi pemerintahan, organisasi-organisasi disekitar
    kita yang mampu membawa sebuah perubahan atau "agent of change" yang jelas yang efesien dan efektif.
    jadi jelas "leader" merupakan pemimpin, orang yang mempunyai pengaruh besar dalam sebuah organisasi.
2. Leadership
    Kegiatan dari seorang pemimpin atau proses mempengaruhi kepada anggotanya untuk mencapai tujuan 
    organisasi. Dalam kepemimpinan seorang pemimpin harus bisa memberikan contoh kepada anggotanya 
    agar upaya mencapai sebuah tujuan bisa berjalan secara efesien dan efektif.
    Kepemimpinan yang efisiensi dan efektif adalah kepemimpinan yang lebih cenderung pada faktor Y dan Z     dan sistem kepemimpinan demokrasi, dengan lebih mengutamakan kepentingan bersama.
    Setelah melihat daripada faktor Y dan Z dan sistem kepemimpinan Demokrasi. Kepemimpinan juga       
    dituntut untuk efisien dan efektif dalam mengambil sebuah kebijakan, demi tercapainya tujuan organisasi    
    tersebut. Dalam mengambil sebuah kebijakan tentunya harus berdasarkan keinginan bersama,    
    mendengar, dan menganalisa sebuah kebijakan.
3. efisiensi 
    efisiensi merupakan bagaimana pemimpin bisa membuat sebuah kebijakan yang tepat. bisa memilih
    berbagai cara untuk melaksanakannya. dengan begitu efisien bisa dikatakan perbandingan bagaimana 
    menentukan cara yang terbaik.
4. efektifitas
    efektifitas merupakan melaksanakannya kepemimpinannya dengan baik dan benar. dengan melakukan
    kepemimpinannya dari berbagai cara yang eketif.
setelah melihat analisa diatas kita dapat menyimpulkan nantinya kita terjun di dunia kerja tentunya mampu bekerja secara efisien dan efektif. bisa membedakan dan melihat faktor Gender, HAM dan Pembangunan.
Tujuan Efisiensi dalam bekerja
Seberapa besar beban kerja relatif dari seorang pegawai/karyawan, unit kerja dan organisasi/perusahaan dapat menjadi dasar rekomendasi untuk:
1.   Menentukan Jumlah Kebutuhan Pegawai/Karyawan (SDM): sebagai dasar untuk menambah atau mengurangi jumlah pegawai/karyawan pada suatu jabatan atau unit kerja.
2.   Menyempurnakan (Redesign) Tugas Jabatan: menambah atau mengurangi tugas atau aktivitas-aktivitas dari suatu jabatan sehingga mencapai rentang beban kerja standar (optimum).
3.   Menyempurnakan (Redesign) Struktur Organisasi: menggabung 2 jabatan atau lebih menjadi 1 jabatan; memisahkan (spliting) 1 jabatan menjadi 2 atau lebih jabatan; atau menciptakan suatu jabatan baru.
4.   Menyempurnakan (Redesign) Standard Operating Procedure (SOP): menyempurnakan SOP karena adanya redesign tugas/aktivitas jabatan dan/atau penyempurnaan struktur organisasi.
5.   Menentukan Standar Waktu (Standard Time) Tugas dan Aktivitas: diperoleh standar waktu dari setiap tugas dan aktivitas sesuai standar normal di organisasi/perusahaan kita sendiri.
6.   Menentukan Kebutuhan Pelatihan (Training Needs) Pegawai/Karyawan: yang diidentifikasi dari Waktu Normal (Normal Time) individu pegawai/karyawan yang lebih besar (lama) dibandingkan Waktu Standar (Standard Time) pada suatu tugas/aktivitas tertentu.
Dengan mengimplementasikan kegunaan hasil analisis beban kerja maka diharapkan organisasi/perusahaan akan dapat memperoleh tingkat efisiensi yang lebih baik/tinggi dari para pegawai/karyawan, yang pada gilirannya diharapkan akan mampu meningkatkan tingkat produktivitas organisasi/perusahaan.

sebagai mahasiswa Administrasi Negara dimana nantinya akan dicetak menjadi seoarang leader tentunya harus bisa memahami analisa diatas, dikarenakan seorang leader tentu harus bisa memberikan contoh kepada karyawan atau bawahannya. 

mampu membawa perubahan organisasinya untuk mencapai tujuan secara efisien dan efekrif. membuat sebuah kebijakan yang tepat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar