Rabu, 21 Mei 2014

Defenisi Kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan dari berbagai pendekatan



CAPAIAN DARI BEBERAPA KOMPETENSI ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN

1)      Pendekatan Ilmu/pengetahuan (knowledge)
a)   Pengetahuan terhadap teori-teori kepemimpinan yang telah dipelajari dalam mata kuliah etika dan filsafat kepemiminan, ini ditujukan agar nanti sebagai lulusan yang berkompetensi mampu memberikan dan menerapkan kepada sebuah organisasi ataupun masyarakat yang akan kita pimpin nantinya.

b)     Kecenderungan orang menilai kita itu adalah seberapa besar ilmu /pengetahuan yang kita dapat dari apa yang telah kita pelajari, dan untuk lebih memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa kita sebagai lulusan yang memiliki kompetensi dari pendekatan ilmu /pengetahuan itu adalah sejauh mana seorang lulusan bisa memberikan contoh calon seorang pemimpin yang memiliki etika dan filsafat dengan beberapa pembuktian secara efesien dan efektif.

2)      Pendekatan keterampilan (skills)
a) Menjadikan diri pribadi yang memiliki keterampilan pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinan yang beretika dan filsafat, yang mampu memberikan perubahan dalam sebuah organisasi, memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang diajarkan dalam mata kuliah etika dan filsafat kepemimpinan.

b)   Seorang mahasiswa tentunya harus memiliki keterampilan dalam menyiapkan dirinya sebagai lulusan yang berkompeten dalam bidang keterampilan dan tentunya siap terjun ke dunia kerja maupun sebagai seorang pemimpin di daerah masing-masing.

3)      Pendekatan sikap/perilaku (attitude)
a)    Memiliki sikap yang disiplin adalah tindakan yangmenunjukkan perilaku tertiban patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
b)     Tanggungjawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan(alam,sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

4)      Desain Kompetensi Sikap dan Perilaku kepemimpinan
a)      Standar Kompetensi
           Mahasiswa mampu mendesain satu proposal penelitian kepemimpinan berdasarkan salah satu  
           kerangka teori strukturalisme, atau strukturalisme genetik, atau semiotic, atau hermeneutik, atau  
           feminis.
b)     Kompetensi Dasar
ü  Mengkritik teori strukturalisme meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
ü  Mengkritik teori strukturalisme genetik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
ü  Mengkritik teori semiotik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
ü  Mengkritik teori hermeneutik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
ü  Mengkritik teori feminis meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
c)      Indikator Kompetensi
·         Mengkritik teori strukturalisme meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan.
1.      Menguraikan historisitas teori strukturalisme.
2.      Menguraikan kelebihan dan kekurangan pendekatan objektif.
3.      Menguraikan kelebihan dan kekurangan teori strukturalisme.
4.      Menguraikan kelebihan dan kekurangan metode dan prosedur teori strukturalisme.
5.      Menguraikan asumsi-asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan  berdasarkan teori strukturalisme.
·         Mengkritik teori strukturalisme genetik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku
kepemimpinan.Mengkritik teori semiotik meliputi pendekatan, teori, metode, dan asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan
1.      Menguraikan historisitas teori strukturalisme genetik.
2.      Menguraikan kelebihan dan kekurangan pendekatan objektif.
3.      Menguraikan kelebihan dan kekurangan teori strukturalisme genetik.
4.      Menguraikan kelebihan dan kekurangan metode dan prosedur teori strukturalisme genetik.
5.      Menguraikan asumsi-asumsi tentang sikap dan perilaku kepemimpinan  berdasarkan teori strukturalisme genetik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar