Senin, 12 Mei 2014

Ilmu Alamiah Dasar





1.      Sifat unik manusia terletak pada dimilikinya akal budi untuk berpikir dan bertindak jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Manusia bisa mengenal pengetahuan dan ilmu pengetahuan dengan akal budinya.selain itu perilaku manusia nya lebih sempurna ketimbang makhluk lainnya.

2.      Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemukan dan diperoleh oleh manusia melalui pengamatan akalnya. Pengetahuan tersebut muncul saat manusia menggunakan akal budinya dalam mengenali sesuatu, baik benda atau gejala tertentu, yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan segi kenyataan dalam kehidupan. Segi-segi kenyataan itu memiliki batasan berupa rumusan-rumusan yang pasti dan terstruktur. Selain itu, untuk mendapatkan pemahaman seperti itu, diperlukan metode khusus yang telah disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan.

3.      Sumber pengetahuan
a)      Empirisme
Seorang empirisis biasanya berpendapat bahwa orang dapat memperoleh pengetahuan melalui pengalaman/ indera. "Bagaimana orang mengetahui es membeku?", jawaban tentu berbunyi, "karena saya melihatnya demikian”, atau "karena seorang ilmuwan melihatnya demikian." Dengan begitu/dapat dibedakan dua macam unsur: pertama, unsur yang mengetahui dan kedua, unsur yang diketahui.
b)      Fenomenalisme
Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman abad ke-1 8 melakukan pendekatan kembali terhadap masalah di atas setelah memperhatikan kritik-kritik yang dilancarkan oleh David Hume terhadap sudut pandangan yang bersifat empiris dan yang bersifat rasional.
c)      Intuisionisme
Orang mudah merasa tidak puas terhadap penyelesaian yang diajukan oleh Kant, karena penyelesaian tersebut mengatakan bahwa pada babak terakhir manusia hanya mengetahui modifikasi barang sesuatu dan bukannya barang sesuatu itu sendiri dalam keadaannya yang senyatanya.
d)      Metode llmiah
Perkembangan ilmu-ilmu alam merupakan hasil penggunaan secara sengaja suatu metode untuk memperoleh pengetahuan yang menggabungkan pengalaman dengan akal sebagai pendekatan bersama, dan menambahkan suatu cara baru untuk menilai penyelesaian­penyelesaian yang disarankan.
4.       
Ø  Tahap Teologis
Tahap ini merupakan periode terlama dalam sejarah. Karena awal mula pekembangan akal budi memakai gagasan keagamaan yang belum adanya penguasaan atas makhluk lain. Tahap inipun dibagi menjadi tiga periode:
a)      Periode Fetisisme
Bentuk pemikiran masyarakat primitif kepercayaan atas roh-roh atau bangsa halus yang turut hidup bersama kita. Ini terlihat pada zaman purba dimana diadakan upacara penyembahan roh halus untuk meminta bantuan maupun perlindungan.
b)      Periode Politeisme
Periode ini masyarakat telah percaya akan bentuk para penguasa bumi yakni para dewa-dewa yang terus mengontrol semua gejala alam.
c)      Periode Monoteisme
Semakin majunya pemikiran manusia, pada periode terakhir ini muncul kepercayaan akan satu yang tinggi pada abad pertengahan. Kepercayaan akan Tuhan yang berkuasa penuh atas jagad raya, mengatur segala gejala alam dan takdir makhluk.
Ø  Tahap Metafisik
Tahap transisi dari teologi ke tahap positif. Dimana segala gejala sosial terdapat kekuatan yang dapat terungkapkan (ditemukan dengan akal budi). Namun disini belum adanya verifikasi. Mekipun penerangan dari alam sendiri tapi belum berpangkal pada data empiris. Jadi, bisa dikatakan masih pergeseran cara berpikir manusia.
Ø  Tahap Positif
Ditahap ini gejala alam dijalaskan secara empiris namun tidak mutlak. Tapi pengetahuan dapat berubah dan mengalami perbaikan seiring intelektual manusia sehingga dapat diterapkan dan dimanfaatkan. Akal budi penting tapi harus bedasarkan data empiris agar memperoleh hukum-hukum baru.

5.   Sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan/informasi adalah data awal yang dapat berubah menjadi pengetahuan apabila dilengkapi dengan data pendukungnya. Pengetahuan juga dapat berubah menjadi ilmu pengetahuan apabila telah melalui proses pengujian secara ilmiah. Sedangkan pengetahuan yang telah mengalami pengujian secara ilmiah dapat disebarluaskan ke berbagai kalangan yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada lingkungan pendidikan. Ini merupakan suatu proses beranjaknya informasi menjadi sebuah ilmu pengetahuan.  

6.      Zaman Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu:
a)      Zaman Batu Tua
Zaman batu tua disebut juga masa prasejarah. Era ini berlangsung sekitar empat juta tahun SM (sebelum Masehi) sampai 20.000 atau 10.000 tahun SM.
b)      Zaman Batu Muda
Era ini berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM. Di zaman ini telah berkembang kemampuan-kemampuan yang sangat signifikan.
c)      Zaman Logam
Zaman ini berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian logam sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang.

Zaman Kontemporer
Zaman ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini disebabkan karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.

Zaman modern
Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.

7.      Dari periodisasi diatas menjelaskan bahwa perubahan atau perkembangan pola pikir manusia disebabkan oleh perkembangan zaman, manusia akan terus melakukan penelitian untuk menciptakan sesuatu yang baru melalui penelitian secara ilmiah ataupun yang dikatakan dengan metode ilmiah.

8.       
Ø  Memilih dan mendefinisikan masalah
Ø  Survei data yang tersedia
Ø  Merumuskan hipotesis (bila penelitian bertujuan menguji hipotesis)
Ø  Menyusun kerangka analisa dan alat-alat dalam menguji hipotesis
Ø  Mengumpulkan data
Ø  Mengolah, menganalisa dan membuat interpretasi
Ø  Generalisasi dan membuat kesimpulan
Ø  Membuat laporan penelitian

9.      Bersikap jujur, tekun, objektif, berpikir secara terbuka, teliti, dan berani dan santun.

10.  Sesuai dengan kompetensi yang diajarkan dalam ilmu adminitrasi negara yaitu ilmu pemerintahan makan tentunya saya sebagai mahasiswa akan memilih ilmu pemerintahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar