1. Sifat
unik manusia terletak pada dimilikinya akal budi untuk berpikir dan bertindak
jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Manusia bisa mengenal
pengetahuan dan ilmu pengetahuan dengan akal budinya.selain itu perilaku
manusia nya lebih sempurna ketimbang makhluk lainnya.
2. Pengetahuan adalah
berbagai gejala yang ditemukan dan diperoleh oleh manusia melalui pengamatan
akalnya. Pengetahuan tersebut muncul saat manusia menggunakan akal budinya
dalam mengenali sesuatu, baik benda atau gejala tertentu, yang belum pernah
diketahui sebelumnya.
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk
menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan segi kenyataan dalam kehidupan.
Segi-segi kenyataan itu memiliki batasan berupa rumusan-rumusan yang pasti dan
terstruktur. Selain itu, untuk mendapatkan pemahaman seperti itu, diperlukan
metode khusus yang telah disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Sumber
pengetahuan
a)
Empirisme
Seorang
empirisis biasanya berpendapat bahwa orang dapat memperoleh pengetahuan melalui
pengalaman/ indera. "Bagaimana orang mengetahui es membeku?", jawaban
tentu berbunyi, "karena saya melihatnya demikian”, atau "karena
seorang ilmuwan melihatnya demikian." Dengan begitu/dapat dibedakan dua
macam unsur: pertama, unsur yang mengetahui dan kedua, unsur yang diketahui.
b) Fenomenalisme
Immanuel Kant, seorang
filsuf Jerman abad ke-1 8 melakukan pendekatan kembali terhadap masalah di atas
setelah memperhatikan kritik-kritik yang dilancarkan oleh David Hume terhadap
sudut pandangan yang bersifat empiris dan yang bersifat rasional.
c) Intuisionisme
Orang
mudah merasa tidak puas terhadap penyelesaian yang diajukan oleh Kant, karena
penyelesaian tersebut mengatakan bahwa pada babak terakhir manusia hanya
mengetahui modifikasi barang sesuatu dan bukannya barang sesuatu itu sendiri
dalam keadaannya yang senyatanya.
d) Metode
llmiah
Perkembangan
ilmu-ilmu alam merupakan hasil penggunaan secara sengaja suatu metode untuk
memperoleh pengetahuan yang menggabungkan pengalaman dengan akal sebagai
pendekatan bersama, dan menambahkan suatu cara baru untuk menilai penyelesaianpenyelesaian
yang disarankan.
4.
Ø Tahap
Teologis
Tahap
ini merupakan periode terlama dalam sejarah. Karena awal mula pekembangan akal
budi memakai gagasan keagamaan yang belum adanya penguasaan atas makhluk lain.
Tahap inipun dibagi menjadi tiga periode:
a) Periode
Fetisisme
Bentuk
pemikiran masyarakat primitif kepercayaan atas roh-roh atau bangsa halus yang
turut hidup bersama kita. Ini terlihat pada zaman purba dimana diadakan upacara
penyembahan roh halus untuk meminta bantuan maupun perlindungan.
b) Periode
Politeisme
Periode
ini masyarakat telah percaya akan bentuk para penguasa bumi yakni para
dewa-dewa yang terus mengontrol semua gejala alam.
c) Periode
Monoteisme
Semakin
majunya pemikiran manusia, pada periode terakhir ini muncul kepercayaan akan
satu yang tinggi pada abad pertengahan. Kepercayaan akan Tuhan yang berkuasa
penuh atas jagad raya, mengatur segala gejala alam dan takdir makhluk.
Ø Tahap
Metafisik
Tahap
transisi dari teologi ke tahap positif. Dimana segala gejala sosial terdapat
kekuatan yang dapat terungkapkan (ditemukan dengan akal budi). Namun disini
belum adanya verifikasi. Mekipun penerangan dari alam sendiri tapi belum
berpangkal pada data empiris. Jadi, bisa dikatakan masih pergeseran cara
berpikir manusia.
Ø Tahap
Positif
Ditahap
ini gejala alam dijalaskan secara empiris namun tidak mutlak. Tapi pengetahuan
dapat berubah dan mengalami perbaikan seiring intelektual manusia sehingga
dapat diterapkan dan dimanfaatkan. Akal budi penting tapi harus bedasarkan data
empiris agar memperoleh hukum-hukum baru.
5. Sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan/informasi adalah
data awal yang dapat berubah menjadi pengetahuan apabila dilengkapi dengan data
pendukungnya. Pengetahuan juga dapat berubah menjadi ilmu pengetahuan apabila
telah melalui proses pengujian secara ilmiah. Sedangkan pengetahuan yang telah
mengalami pengujian secara ilmiah dapat disebarluaskan ke berbagai kalangan
yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada lingkungan pendidikan.
Ini merupakan suatu proses beranjaknya informasi menjadi sebuah ilmu
pengetahuan.
6.
Zaman
Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada
era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu:
a) Zaman Batu Tua
Zaman
batu tua disebut juga masa prasejarah. Era ini berlangsung sekitar empat juta
tahun SM (sebelum Masehi) sampai 20.000 atau 10.000 tahun SM.
b) Zaman Batu Muda
Era
ini berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM. Di
zaman ini telah berkembang kemampuan-kemampuan yang sangat signifikan.
c) Zaman Logam
Zaman
ini berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian
logam sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak,
atau bahkan peralatan perang.
Zaman
Kontemporer
Zaman
ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini
ditandai dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu
yang semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati
kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini
disebabkan karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek
materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.
Zaman
modern
Zaman
ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang
nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini
ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut
Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu
pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di
Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun
1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.
7.
Dari
periodisasi diatas menjelaskan bahwa perubahan atau perkembangan pola pikir
manusia disebabkan oleh perkembangan zaman, manusia akan terus melakukan
penelitian untuk menciptakan sesuatu yang baru melalui penelitian secara ilmiah
ataupun yang dikatakan dengan metode ilmiah.
Ø
Memilih dan mendefinisikan masalah
Ø
Survei data yang tersedia
Ø
Merumuskan hipotesis (bila penelitian
bertujuan menguji hipotesis)
Ø
Menyusun kerangka analisa dan alat-alat dalam
menguji hipotesis
Ø
Mengumpulkan data
Ø
Mengolah, menganalisa dan membuat
interpretasi
Ø
Generalisasi dan membuat kesimpulan
Ø Membuat
laporan penelitian
9.
Bersikap
jujur, tekun, objektif, berpikir secara terbuka, teliti, dan berani dan santun.
10. Sesuai dengan kompetensi yang diajarkan dalam
ilmu adminitrasi negara yaitu ilmu pemerintahan makan tentunya saya sebagai
mahasiswa akan memilih ilmu pemerintahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar