Visi
Mewujudkan hidup bangsa terbebas dari kemiskinan dan kurangnya pendidikan demi meningkatkan pangan dan menciptakan generasi bangsa yang potensial serta berpendidikan.
Misi
1. Meningkatkan penghasilan rakyat dengan menyiapkan lapangan pekerjaan.
2. Meningkatkan mutu pertanian diseluruh bangsa melalui SDM yang berpendidikan yang tinggi.
3. Memberikan pendidikan gratis 12 tahun, serta memberikan beasiswa prestasi bagi siswa yang berprestasi.
4. Mendirikan sekolah-sekolah disetiap daerah dengan merata.
Strategi
Dalam upaya menjadikan bangsa ini terbebas dari kemiskinan dan pendidikan yang kurang yaitu dengan meningkatkan pengetahuan petani dalam ilmu bercocok tanam melalui pendidikan yang tinggi sehingga nantinya petani akan dikatakan sebagai petani yang modern dalam meningkatkan pangan di bangsa ini.sedangkan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan "membangun atau mendirikan gedung sekolah dengan merata disetiap daerah dan menyediakan tenaga pendidik yang berkualitas tinggi"
Sejalan dengan apa yang akan dicapai, maka semua diharapkan dapat terlaksana dalam jangka waktu 5 tahun, sehingga dalam jangka waktu panjang bangsa ini akan berhenti mengimpor pangan dari luar dan mengurangi jumlah pengangguran serta menjadikan tenaga kerja bagi negara lain.
Adapun faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam merealisasikannya
A. Faktor-faktor pendukung
1. Dukungan dari berbagai pihak menjadikan suatu motivasi dalam visi, misi ini.
2. Masyarakat menyambut baik visi, misi ini terutama dari kalangan muda.
B. Faktor-faktor penghambat
1. Adapun Dana yang besar untuk merealisasikan visi, misi ini.
2. Harus terlealisasikan dalam jangka waktu pendek.
Sebagai pemimpi yang memiliki visi, misi yang banyak mendapat tanggapan positif tentunya bukan menjadikan kita sebagai pemimpin yang sukses dan memiliki sikap yang arogan. Dikarenakan masyarakat bukan hanya menilai sosok pemimpin dari visi, misi yang akan dicapainya. Melainkan sikap kita dalam melaksanakan amanah kita dalam kepemimpinan.
untuk menghindari hal ini tentunya pemimpin harus bisa melaksanakan kepemimpinannya berdasarkan ideologi dasar negara bagi bangsa indonesia tentunya harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi dasar.
Terkadang kita akan menjadi apatis dengan segala sesuatunya akibat dari penghambat yang kita hadapi, untuk mngorganisir sikap apatis sebagai pemimpin bisa dengan banyak melakukan sosialisasi dengan anggota dan masyarakat sehingga kita akan lupa dan tentunya dapat mendapatkan solusi dalam menghadapi hambatan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar