Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial dalam Realita Interaksi Sosial
Manusia mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan
memanipulasi symbol-simbol. Kemampuannya itu diperlukan untukn komunikasi
antarpribadi dan pikiran subjektif. Guna memandang proses dan relativitas
bentuk-bentuk yang ada, maka Mead selanjutnya menggunakan tiga perspektif yang
berbeda; evolusionisme Darwin, idealism dialektis Jerman, dan pragmatism Amerika,
meskipun Mead menolak dikatakan hanya mensintesis ketiga perpektif itu.
Sikap-isyarat (Gestur)
Gertur adalah gerakan organisme pertama yang bertindak
sebagai rangsangan khusus yang menimbulkan tanggapan (secara social) yang tepat
dari organisme kedua. Isyarat suara sangat penting perannya dalam pengembangan
isyarat yang signifikan. Namun, tak semua isyarat suara signifikan, kekhususan
manusia dibidang isyarat (bahasa) ini pada hakikatnya yang bertanggung jawab
pada asal-muasal pertumbuhan masyarakat dan pengetahuan manusia sekarang dengan
seluruh control terhadap alam dan lingkungan dimungkinkan berkat pengtahuan.
Simbol-simbol Signifikan
Symbol Signifikan adalah sejenis gerak isyarat yang hanya
dapat diciptakan oleh manusia. Isyarat menjadi symbol signifikan bila muncul
dari individu yang membuat symbol-simbol itu sama dengan dengan sejenis
tanggapan (tetapi tidak perlu sama) yang diperoleh dari orang yang menjadi
sasaran isyarat. Jadi disini dapat disimpulkan symbol-simbol signifikan ada 2,
yaitu: symbol Bahasa dan Simbol Isyarat Fisik: -Fungsi bahasa ataw symbol yang
signifikan pada umumnya adalah menggerakan tindakan yang sama dipikhak individu
yang berbicara dan juga pihak yang lainnya. Pengaruh lain dari bahasa
merangsang orang yang berbicara dan orang yang mendengarkannya. –Simbol
Isyarat Fisik, menciptakan peluang diantara individu yang terlibat dalam
tindakan social tertntu untuk mengacu pada objek ataw objek-objek yang menjadi
sasaaran tindakan itu,
Pikiran (mind)
Didefinisikan mead sebagai proses percakapan seseorang
dengan sendirinya, tidak ditemukan dalam diri individu; pikiran adalah fenomena
social. Pikiran muncul dan berkembang dalam proses social dan merupakan bagian
integral dari proses social. Dan karakteristik istimewa dari pikiran adalah
kemampuan individu untuk “memunculkan dalam dirinya sendiri tidak hanya satu
respon saja, tetapi juga respon komunitas secara keseluruhan, itulah yang
dinamakan pikiran”.
Diri (self)
Pada dasarnya diri adalah kemampuan untuk menerima diri
sendiri sebagai objek. Diri adalah kemampuan khusus untuk menjadi subjek maupun
objek, untuk mempunyai diri, individu harus mencapai keadaan “diluar dirinya
sendiri” sehingga mampu mengevaluasi diri sendiri, mampu menjadi objek bagi
dirinya sendiri. Dalam bertindak rasional ini mereka mencoba memeriksa diri
sendiri secara inpersonal, objektif dan tanpa emosi, Mead mengidentifikasi dua aspek
atau fase diri, yang ia namakan I dan Me. Mead menyatakan, diri pada dasarnya
diri adalah proses social yang berlangsung dalam dua fase yang dapat dibedakan,
perlu diingat I dan ME adalah proses yang terjadi didalam proses diri yang
lebih luas. Bagian terpenting dari pembahasan Mead adalah hubungan timbal balik
antara diri sebagai objek dan diri sebagai subjek. Diri sebagai objek ditujukan
oleh Mead melalui konsep Me, sementara ketika sebagai subjek yang bertindak
ditunjukan dengan konsep I.
jadi jika dikaitkan dengan
kompetensi yang nanti akan saya ambil tentunya sangat berperan terhadap diri
pribadi dalam realita sosial dunia pekerjaan. menentukan sikap dengan bawahan/atasan,
berpikir dalam menetukan kebijakan, menyadari kelebihan dan kekurangan diri
sendiri dalam menghadapi masyarakat.
sumber : http://ronikurosaky.blogspot.com/, dan teori Goerge Herbert Mead (Teori Interaksi Simbolik)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar