Minggu, 02 November 2014

Hakekat Teori-Teori Sosial dalam Realita Interaksi Sosial

Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial dalam Realita Interaksi Sosial

Manusia mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan memanipulasi symbol-simbol. Kemampuannya itu diperlukan untukn komunikasi antarpribadi dan pikiran subjektif. Guna memandang proses dan relativitas bentuk-bentuk yang ada, maka Mead selanjutnya menggunakan tiga perspektif yang berbeda; evolusionisme Darwin, idealism dialektis Jerman, dan pragmatism Amerika, meskipun Mead menolak dikatakan hanya mensintesis ketiga perpektif itu.

Sikap-isyarat (Gestur)
Gertur adalah gerakan organisme pertama yang bertindak sebagai rangsangan khusus yang menimbulkan tanggapan (secara social) yang tepat dari organisme kedua. Isyarat suara sangat penting perannya dalam pengembangan isyarat yang signifikan. Namun, tak semua isyarat suara signifikan, kekhususan manusia dibidang isyarat (bahasa) ini pada hakikatnya yang bertanggung jawab pada asal-muasal pertumbuhan masyarakat dan pengetahuan manusia sekarang dengan seluruh control terhadap alam dan lingkungan dimungkinkan berkat pengtahuan.

Simbol-simbol Signifikan
Symbol Signifikan adalah sejenis gerak isyarat yang hanya dapat diciptakan oleh manusia. Isyarat menjadi symbol signifikan bila muncul dari individu yang membuat symbol-simbol itu sama dengan dengan sejenis tanggapan (tetapi tidak perlu sama) yang diperoleh dari orang yang menjadi sasaran isyarat. Jadi disini dapat disimpulkan symbol-simbol signifikan ada 2, yaitu: symbol Bahasa dan Simbol Isyarat Fisik: -Fungsi bahasa ataw symbol yang signifikan pada umumnya adalah menggerakan tindakan yang sama dipikhak individu yang berbicara dan juga pihak yang lainnya. Pengaruh lain dari bahasa merangsang orang yang berbicara  dan orang yang mendengarkannya. –Simbol Isyarat Fisik, menciptakan peluang diantara individu yang terlibat dalam tindakan social tertntu untuk mengacu pada objek ataw objek-objek yang menjadi sasaaran tindakan itu,

Pikiran (mind)
Didefinisikan mead sebagai proses percakapan seseorang dengan sendirinya, tidak ditemukan dalam diri individu; pikiran adalah fenomena social. Pikiran muncul dan berkembang dalam proses social dan merupakan bagian integral dari proses social. Dan karakteristik istimewa dari pikiran adalah kemampuan individu untuk “memunculkan dalam dirinya sendiri tidak hanya satu respon saja, tetapi juga respon komunitas secara keseluruhan, itulah yang dinamakan pikiran”.

Diri (self)
Pada dasarnya diri adalah kemampuan untuk menerima diri sendiri sebagai objek. Diri adalah kemampuan khusus untuk menjadi subjek maupun objek, untuk mempunyai diri, individu harus mencapai keadaan “diluar dirinya sendiri” sehingga mampu mengevaluasi diri sendiri, mampu menjadi objek bagi dirinya sendiri. Dalam bertindak rasional ini mereka mencoba memeriksa diri sendiri secara inpersonal, objektif dan tanpa emosi, Mead mengidentifikasi dua aspek atau fase diri, yang ia namakan I dan Me. Mead menyatakan, diri pada dasarnya diri adalah proses social yang berlangsung dalam dua fase yang dapat dibedakan, perlu diingat I dan ME adalah proses yang terjadi didalam proses diri yang lebih luas. Bagian terpenting dari pembahasan Mead adalah hubungan timbal balik antara diri sebagai objek dan diri sebagai subjek. Diri sebagai objek ditujukan oleh Mead melalui konsep Me, sementara ketika sebagai subjek yang bertindak ditunjukan dengan konsep I.

jadi jika dikaitkan dengan kompetensi yang nanti akan saya ambil tentunya sangat berperan terhadap diri pribadi dalam realita sosial dunia pekerjaan. menentukan sikap dengan bawahan/atasan, berpikir dalam menetukan kebijakan, menyadari kelebihan dan kekurangan diri sendiri dalam menghadapi masyarakat.

sumber : http://ronikurosaky.blogspot.com/, dan teori Goerge Herbert Mead (Teori Interaksi Simbolik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar